CIAMIS, VOS Media - Prestasi tidak selalu diukur dari siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Bagi Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad, keberanian untuk berkompetisi, kesungguhan dalam belajar, dan kemauan memberikan yang terbaik juga menjadi bagian penting dari sebuah prestasi.
Hal itu tercermin dari kiprah peserta Madrasah Aliyah (MA) Sabilurrosyad pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten/Kota. Empat peserta berhasil menempatkan diri dalam jajaran peringkat terbaik Kabupaten, dengan rincian satu peserta meraih peringkat kedua, dua peserta meraih peringkat kelima, dan satu peserta lainnya meraih peringkat keenam.
Nurul Fadilah tampil sebagai peraih peringkat terbaik dengan menempati posisi kedua di bidang Geografi Terintegrasi. Sementara itu, Kiki Nurjaman menempati peringkat kelima bidang Fisika, disusul Rina Nur Karomah yang juga meraih peringkat kelima di bidang Kimia. Satria Ilham Arrozak melengkapi daftar dengan capaian peringkat keenam bidang Geografi Terintegrasi.
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi keluarga besar Sabilurrosyad. Bukan semata karena angka peringkat, melainkan karena di baliknya terdapat proses belajar, latihan, keberanian menghadapi kompetisi, serta kesediaan untuk terus berusaha.
Sabilurrosyad menghargai prestasi, namun lebih dari itu, Sabilurrosyad menghargai usaha yang melahirkan prestasi tersebut. Pendidikan, tidak hanya mengajarkan bagaimana menjadi pemenang, tetapi juga bagaimana belajar dari setiap proses, menerima hasil dengan lapang, lalu kembali melangkah dengan lebih baik.
Bagi keempat peserta, capaian di tingkat Kabupaten ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk perjalanan yang lebih panjang.
Terima kasih atas setiap usaha, terima kasih telah berjuang membawa nama madrasah. Teruslah belajar, terus bertumbuh, dan terus berprestasi.
MA Sabilurrosyad, Ilmu, Akhlak, Kemandirian.