CIAMIS, VOS Media - Kebanggaan Pondok Pesantren Sabilurrosyad tidak berhenti hanya di podium. Dua santri berprestasi yang berhasil mengharumkan nama pesantren dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 mendapat kehormatan istimewa dengan menerima apresiasi langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag.
Momen tersebut berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis pada Senin (14/09/2026). Kedatangan keduanya disambut hangat, lengkap dengan penyerahan piala dan karangan bunga sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah ditorehkan.

Prestasi pertama datang dari Revan Muhammad Abdul Aziz, santri kelas IX KMI. Ia meraih Juara 2 OMI 2026 Bidang IPS Terintegrasi pada kompetisi jenjang MTs yang digelar Selasa (08/09/2026).
Prestasi kedua diraih oleh Nurul Fadilah, santri kelas XII KMI jurusan IPS. Ia sukses menyabet Juara 2 OMI 2026 Bidang Geografi Terintegrasi pada kompetisi jenjang MA yang berlangsung Senin (07/09/2026).

Dalam kesempatan tersebut H. Yayan Herdiana menyerahkan piala secara simbolis kepada Revan dan Nurul Fadilah. Keduanya juga sempat berfoto bersama jajaran guru pendamping dari Sabilurrosyad di depan Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis sebagai kenang-kenangan momen membanggakan ini.
OMI sendiri merupakan kelanjutan dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang menjadi ajang seleksi bagi madrasah untuk menjaring peserta terbaik mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Ajang ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk terus mendorong madrasah tampil sebagai lembaga pendidikan unggul yang tak kalah bersaing secara akademik.
Apresiasi dari Kepala Kemenag ini menyampaikan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar seremoni penyerahan piala. Kabar baik ini membuktikan bahwa santri tidak cukup hanya kuat dalam ilmu agama.
Santri juga dituntut mampu membaca peta, memahami dinamika masyarakat, dan menganalisis perubahan zaman. Kemampuan memahami ekonomi, menjaga lingkungan, menguasai teknologi, hingga berpikir ilmiah kini menjadi bekal yang tidak kalah penting.
Sebab dunia yang akan dihadapi para santri bukan hanya membutuhkan pribadi yang saleh. Dunia hari ini menuntut sosok saleh yang berilmu, berpikir kritis, kompeten, dan mampu memberi solusi bagi masyarakat.
Di titik inilah pendidikan pesantren menemukan tantangan sekaligus peluangnya. Agama memberi arah, sains memberi cara, akhlak memberi batas, dan ilmu memberi daya. Ketika keempatnya bertemu, lahirlah generasi yang tidak hanya tahu mana yang benar, tetapi juga mampu berbuat nyata untuk menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Bagi kami, medali dan apresiasi bukanlah tujuan akhir. Semua itu hanyalah tanda bahwa proses belajar sedang menemukan jalannya.
Selamat untuk Revan Muhammad Abdul Aziz dan Nurul Fadilah. Insan vos, teruslah belajar, terus bertumbuh, dan jangan pernah berhenti mengejar ilmu, karena masa depan membutuhkan santri yang kuat agamanya, luas ilmunya, baik akhlaknya, dan siap menghadapi zamannya.
PPDB Pondok Pesantren Sabilurrosyad
Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mencari pendidikan pesantren yang memadukan pendidikan agama, pembentukan akhlak, pendidikan formal, KMI, serta pengembangan prestasi akademik dan nonakademik, kesempatan bergabung bersama keluarga besar Pondok Pesantren Sabilurrosyad kini terbuka melalui PPDB Tahun Pelajaran 2027/2028.